“The Next Habibie” Itu Ternyata Tukang Bohong

“The Next Habibie” Itu Ternyata Tukang Bohong

“The Next Habibie” Itu Ternyata Tukang Bohong

“The Next Habibie” Itu Ternyata Tukang Bohong

Salah seorang pelajar Indonesia yang berkuliah di Belanda, Dwi Hartanto

mengeluarkan surat terbuka pengakuan terbuka dan klarifikasi plus permohonan maaf pada Sabtu (7/10) lalu.

Surat tersebut berisi pengakuan dirinya yang melakukan kebohongan publik mengenai prestasi dan pencapaiannya dibidang teknologi dirgantara. ’’Perihal kompetensi dan latar belakang saya yang terkait dengan bidang teknologi kedirgantaraan (Aerospace Engineering) seperti teknologi roket, satelit, dan pesawat tempur. Melalui dokumen ini, saya bermaksud memberikan klarifikasi dan memohon maaf atas informasi-informasi yang tidak benar tersebut,’’ tulis Dwi dalam suratnya.

Sebelumnya, Dwi mengaku bahwa dirinya adalah Post-doctoral maupun sebagai Assistant

Profesor TU Delft, Belanda yang telah merancang bangun Satellite Launch Veiiicle. ’’Bahwa saya satu-satunya orang non-Eropa yang masuk di ring 1 teknologi ESA adalah tidak benar,’’ tulis Dwi.

Tidak hanya mendapatkan sorotan dari media-media di Indonesia sebagai the next Habibie, namun Dwi juga mendapatkan penghargaan dari KBRI Deen Haag atas prestasinya. Dwi juga mengklaim bahwa BJ Habibie ingin bertemu dengan dirinya.

’’Saya mengakui bahwa ini adalah kebohongan semata. Saya tidak pernah memenangkan lomba riset

teknologi mt&v-space agency dunia di Jerman pada tahun 2017. Saya memanipulasi template cek hadiah yang kemudian saya isi dengan nama saya disertai nilai nominal EUR 15.000, kemudian berfoto dengan cek tersebut. Foto tersebut saya publikasikan melalui akun media sosial saya dengan cerita klaim kemenangan saya. Teknologi lethal weapon in the sky dan klaim paten beberapa teknologi adalah tidak benar dan tidak pernah ada. Informasi mengenai saya bersama tim sedang mengembangkan teknologi pesawat tempur generasi ke-6 adalah tidak benar. Informasi bahwa saya (bersama tim) diminta untuk mengembangkan pesawat tempur EuroTyphoo di Airbus Space and Defence menjadi EuroTyphoon NG adalah tidak benar,’’ tulisnya dalam surat bermaterai tersebut. (*)

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/vokal-dan-konsonan.html