The Fed: ‘Student Loan’ Bisa Hambat Pertumbuhan Ekonomi

The Fed: ‘Student Loan’ Bisa Hambat Pertumbuhan Ekonomi

The Fed 'Student Loan' Bisa Hambat Pertumbuhan Ekonomi

The Fed ‘Student Loan’ Bisa Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Peningkatan anggaran student loan (pinjaman pendidikan) bisa berdampak

pada perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS). Ini adalah pernyataan dari Gubernur Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell baru-baru seperti dilansir dari CNBC International.

Dalam laporan the Fed New York, pada akhir 2017, pinjaman pendidikan di AS sudah mencapai US$ 1,38 triliun atau setara Rp 17.888 triliun, dimana 11% diantaranya mengalami penunggakan pembayaran cicilan hingga 90 hari dan ada beberapa yang lebih lama lagi.

Para pembuat kebijakan kini mencari cara untuk menjaga pinjaman pendidikan tetap terkontrol

dan tidak membengkak, namun kesulitan menemukan solusi.

Dilansir dari CNBC International, student loan menjadi pembahasan utama Kongres AS yang coba menemukan penyelesaiannya, namun Powell memperkirakan masalah ini akan tetap menjadi persoalan yang sulit dipecahkan

“Anda juga akan menerima dampak negatif jangka panjang dari orang-orang yang tidak mampu membayar tagihan pinjaman pendidikan mereka. Hal ini mempengaruhi laporan kredit mereka, berdampak pada sebagian besar kehidupan ekonomi mereka,” ujar Powell.

Powell mengatakan secara umum mendukung ide sistem pinjaman pendidikan yang dinamis,

tetapi meminta agar peminjam perlu diberi tahu tentang risiko yang mereka ambil.

Powell juga bertanya-tanya mengapa student loan tidak bisa masukkan ke dalam kebangkrutan jika pinjamannya gagal bayar. “Saya bingung untuk menjelaskan mengapa hal itu seharusnya disebut begitu,” ujarnya.

Powell mengatakan tidak bisa memastikan efek pinjaman pendidikan pada ekonomi untuk jangka panjang, namun mengatakan pasti ada dampak buruk yang akan terjadi. “Akan ada dampak seiring berjalannya waktu,” ujarnya saat ditanyai apakah student loan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. “Dampaknya tidak bisa dilihat dari yang sudah terdata saat ini. Karena sistem ini terus berlanjut dan jumlah pinjaman pendidikan terus bertambah semakin banyak dan banyak, kemudian pastinya dapat menekan pertumbuhan ekonomi.”

Di Indonesia Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perbankan nasional untuk berinovasi mengeluarkan produk pembiayaan untuk pendidikan atau student loan untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan. Jokowi mengambil contoh negara Amerika Serikat (AS) yang menurutnya sudah sukses menyalurkan student loan senilai hingga US$1,3 triliun (Rp 17.888 triliun).

 

Sumber :

http://ojel.student.umm.ac.id/sejarah-pulau-jawa/