Tetap Tenang Terhadap Isu Virus, WannaCry Tak Pengaruhi Aplikasi Ujian SBM PTN

Tetap Tenang Terhadap Isu Virus, WannaCry Tak Pengaruhi Aplikasi Ujian SBM PTN

Tetap Tenang Terhadap Isu Virus, WannaCry Tak Pengaruhi Aplikasi Ujian SBM PTN

Tetap Tenang Terhadap Isu Virus, WannaCry Tak Pengaruhi Aplikasi Ujian SBM PTN

Virus WannaCry yang menyerang sistem komputer akhir-akhir ini bisa membuat waswas para peserta seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN). Yang dikhawatirkan adalah serangan terhadap tes SBM PTN berbasis komputer atau computer based test (CBT) yang dilaksanakan hari ini. Tapi, don’t worry. Penanggung Jawab Pelaksana SBM PTN CBT Panlok 50 Agus Prihanto mengatakan, virus WannaCry mengincar file berekstensi .doc, .jpeg, .jpg, .xlxs, .txt, dan ekstensi populer lain. WannaCry tidak menyerang file berekstensi .exe.

”Aplikasi ujian ini berekstensi .exe. Jadi, seharusnya tidak terpengaruh,” jelasnya.

Kalaupun terpengaruh oleh virus, terang Agus, semestinya yang terpengaruh adalah file .doc di komputer. Sedangkan ujian SBM PTN menggunakan file aplikasi. Karena itu, dia optimistis virus tidak merusak aplikasi ujian. Lagi pula, jelas dia, ujian dilaksanakan melalui sambungan lokal, tidak langsung terhubung dengan internet.

Meski begitu, sikap waspada harus dilakukan. Jika saat ujian ada komputer yang terkena virus, solusinya adalah memutusnya dari jaringan lokal. Tujuannya, virus tidak menyebar ke komputer lain. Perlu dipastikan pula tidak melakukan file sharing secara full-write (berakses penuh).

Panitia menuntaskan pengunduhan soal SBM PTN CBT yang dilakukan secara bertahap. Setelah terunduh, papar Agus, soal-soal itu tidak bisa dibuka sebelum ada password dari panitia pusat. Kata kunci tersebut baru dibagikan pagi hari ini. ”Besok pagi (hari ini, Red). Lima belas menit sebelum ujian, password akan diberikan oleh panitia pusat,” terangnya.

Agus menjelaskan, yang terkoneksi ke panitia pusat hanya server. Sedangkan komputer client tidak terkoneksi langsung dengan panitia pusat. Di Panlok 50, imbuh dia, ada 14 server yang digunakan untuk ujian. Perinciannya, Unesa dua server, Unair sembilan server, serta ITS, UPN Veteran Jatim, dan UINSA masing-masing satu server.

Total, ada 2.175 komputer client yang digunakan. ”Komputer cadangan ada 10 persen per ruang,” jelasnya. Panitia juga mengantisipasi ketersediaan listrik dengan menyiagakan genset.

Kepala Laboratorium Infrastruktur dan Keamanan Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Bekti Cahyo Hidayanto menjelaskan, server SBM PTN untuk ujian berbasis komputer akan aman dari serangan virus WannaCry. Sebab, ujian tidak menggunakan sistem operasi Windows.

Dia mengakui, komputer client yang digunakan peserta memang memakai Windows. Namun, program untuk ujian akan dihubungkan dari program server. Dengan begitu, proses ujian akan aman.

Panitia SBM PTN di ITS juga terus berupaya menjaga keamanan komputer.

Sejak satu bulan lalu, segala persiapan yang menyangkut seleksi bersama itu telah dilakukan. Harapannya, ujian hari ini berjalan lancar.

Salah satunya tampak di gedung Jurusan Arsitektur ITS. Lokasi tersebut merupakan 1 di antara 24 lokasi SBM PTN di kampus Sukolilo itu. Di jurusan tersebut, ada 33 komputer yang disediakan. Sebanyak 30 unit disediakan untuk peserta mengerjakan soal. Sedangkan 3 unit lain merupakan komputer cadangan.

Teknisi lokal Jurusan Arsitektur ITS Sutrisno mengatakan, sebelum ujian berlangsung, aplikasi komputer sering di-update. Hingga sehari sebelum tes, update data yang dilakukan sudah mencapai enam kali. ”Terakhir tadi (Senin 15/5, Red) jam 8 pagi,” tuturnya.

Setelah mempersiapkan komputer, panitia pusat melakukan pemeriksaan akhir.

Kemudian, ruangan disegel hingga hari ujian berlangsung. Sutrisno juga melakukan pemeriksaan untuk memastikan komputer benar-benar siap digunakan.

Di tempat lain, UINSA juga selesai melakukan persiapan SBM PTN. Ada 196 ruangan yang akan digunakan untuk tes masuk perguruan tinggi negeri tersebut. Total peserta yang mengikuti tes di UINSA 4.760 orang.

Salah seorang peserta yang bernama Nurul Hikmah mengikuti tes SBM PTN di UINSA

. Perempuan asal Kabupaten Jombang tersebut merupakan penyandang tunanetra. Pada tes hari ini, dia memilih tiga prodi. Pendidikan bahasa Inggris dia tempatkan di urutan pertama. Kemudian, di pilihan kedua dan ketiga ada pendidikan luar biasa di dua kampus yang berbeda.

Para peserta SBM PTN memang mendatangi kampus-kampus. Mereka ingin memastikan lokasi yang akan digunakan untuk ujian. Alfi Nurismawati misalnya. Dia datang bersama tiga temannya di Gedung G2 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ketintang.

Siswa SMAN 1 Menganti, Gresik, itu memilih dua jurusan. Yakni, pendidikan administrasi kantor sebagai pilihan pertama dan Akuntansi UPN Veteran Jatim sebagai pilihan kedua. Alfi mengaku sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian SBM PTN hari ini. Dia juga ikut bimbel khusus. ”Mudah-mudahan diterima yang terbaik,” terangnya.

Lantaran memilih jurusan bidang sosial humaniora (soshum), Alfi mengikuti ujian pada pukul 10.00. Lokasi rumah yang jauh dari tempat ujian membuat Alfi harus berangkat lebih awal. Setidaknya perjalanan menuju lokasi ujian membutuhkan waktu 1,5 jam. Dia akan berangkat secara berboncengan dengan rekannya. ”Belajar, berdoa, semoga semuanya lancar,” tuturnya.

Ketua SBM PTN Panlok 50 Yuni Sri Rahayu kembali mengajak peserta untuk mengantisipasi waktu keberangkatan. Terutama untuk menghindari kemacetan. Sebab, pada akses atau titik-titik tertentu dekat kampus, jalanan akan dipenuhi kendaraan. ”Supaya mempertimbangkan waktu. Kartu peserta dan identitas lainnya jangan sampai ketinggalan,” terangnya.

 

Baca Juga :