Tata Cara Rujukan

Tata Cara Rujukan

Tata Cara Rujukan

  1. Rujukan vertikal

       Merupakan rujukan antar pelayanan kesehatan yang berbeda tingkatan. Rujukan vertikal dari
tingkatan pelayanan yang lebih rendah ke tingkatan yang lebih tinggi dilakukan apabila:

  1.  Pasien membutuhkan pelayanan kesehatan spesialistik atau subspesialistik.
  2.  Perujuk tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien
    karena keterbatasan fasilitas, peralatan dan/atau ketenagaan.

       Rujukan vertikal dari tingkatan pelayanan yang lebih tinggi ke tingkatan yang lebih rendah
dilakukan apabila:

  1.  Permasalahan pasien dapat ditangani oleh tingkatan pelayanan yang lebih rendah sesuai
    dengan kompetensi dan kewenangannya;
  2.  Kompetensi dan kewenangan pelayanan tingkat pertama atau kedua lebih baik dalam
    menangani pasien tersebut;
  3.  Pasien memerlukan pelayanan lanjutan yang dapat ditangani oleh tingkatan pelayanan yang
    lebih rendah & untuk alasan kemudahan, efisiensi dan pelayanan jangka panjang; dan/atau
  4.  Perujuk tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien
    karena keterbatasan sarana, prasarana, peralatan dan/atau ketenagaan.
  5. Rujukan horizontal

         Merupakan rujukan antar pelayanan kesehatan dalam satu tingkatan. Rujukan horizontal   dilakukan apabila perujuk tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien karena keterbatasan fasilitas, peralatan dan/atau ketenagaan yang sifatnya sementara atau menetap.

         Ketimpangan yang sering terjadi di masyarakat awam adalah pemahaman masyarakat tentang alur ini sangat rendah sehingga sebagian mereka tidak mendapatkan pelayanan yang sebagaimana mestinya. Masyarakat kebanyakan cenderung mengakses pelayanan kesehatan terdekat atau mungkin paling murah tanpa memperdulikan kompetensi institusi ataupun operator yang memberikan pelayanan.

baca juga :