Tahap Spesifik Protection

Tahap Spesifik Protection

Tahap inilah yang biasanya dimaksud sebagai arti pencegahan sebagaimana umumnya orang mengartikannya. Upaya pencegahan disini sudah tertuju kepada jenis penyakit penyakit atau masalah kesehatan tertentu. Biasanya sasarannya adalah individu atau kelompok masyarakat yang beresiko tinggi (High Risk Group) terhadap suatu penyakit tertentu tadi. Tindakan pencegahan disini dapat diartikan sebagai member perlindungan khusus terhadap kelompok beresiko tinggi tadi.

Banyak kemajuan yang telah dicapai dalam iptek yang berkaitan dengan upaya-upaya pencegahan pada tahap ini. Terutama ketika orang memasuki era bakteriologi banyak dicapai kemajuan dibidang imunologi yang tertuju untuk melindungi kelompok resiko tinggi terhadap ancaman penyakit menular.

Menyusul kemajuan dalam iptek bio-medik dengan diketemukan dan dikembangkanya berbagai penyakit menular, kemudian diketemukan dan dikembangkannya berbagai jenis vaksin terhadap berbagai penyakit menular, kemudian diketemukan dan dikembangkan juga upaya-upaya perlindungan khusus dibidang gizi, pengobatan kimiawi (chemo-therapy), pestisida, anti-biotika dan lain-lainnya. Berbagai bentuk kegiatan yang termasuk Spesifik Protection antara lain adalah sebagai berikut:

1)      Imunisasi khusus

2)      Perlindungan terhadap kecelakaan

3)      Higine/kebersihan perorangan

4)      Pemberian makanan khusus

5)      Perlindungan tumbuh kembang anak

6)      Perlindungan terhadap karsinogen

7)      Sanitasi/kesehatan lingkungan

8)      Perlindungan terhadap allergen

9)      Perlindungan terhadap terhadap penyakit akibat kerja

Tahap Secondary Prevention

Yang kedua adalah pencegahan sekunder dimana proses penyakit sudah mulai memasuki fase patogenesis tapi masih dalam tahap ringan dan belum nyata.

Upaya pencegahan pada tahap ini terbentuk diagnosa dini dan pengobatan langsung (Early Dignosis dan Prompt Treatment). Tahap ini sudah dalam fase patogenesis tapi masih pada awal dari proses penyakit yang bersangkutan (dalam masa inkubasi dan mulai terjadi perubahan anatomis dan fungsi faaliah, tapi belum menimbulkan keluhan-keluhan, gejala-gejala atau tanda yang secara klinis dapat diamati oleh dokter atau penderita sendiri, fase sub-klinis yang masih berada di bawah clinical horizon).

Meskipun demikian dengan berbagai kemajuan dalam iptek kedokteran dan kesehatan, dewasa ini sudah dapat dikembangkan berbagai cara untuk bisa mendeteksi dan mendiagnosa penyakit-penyakit yang bersangkutan pada fase sub klinis tersebut, misalnya berbagai cara laboratorium baik bio-medis, bio-kimiawi, faaliah dll.

Tujuan utama pencegahan pada tahap ini antara lain adalah:

  1. Mencegah tersebarnya penyakit ke orang lain dalam masyarakat, terutama pada penyakit menular
  2. Untuk bisa mengobati dan menghentikan berkembangannya penyakit menjadi lebih berat, atau membatasi disability dan agar tidak timbul komplikasi, cacat atau berubah jadi menahun
  3. Membatasi atau menghentikan perjalanan/proses penyakit dalam fase dini

Dalam epidemologi dari program-program pemberantas penyakit menular di masyarakat dikenal upaya-upaya yang antara lain sebagai berikut:

  1. Upaya penemuan kasus (case finding), baik secara aktif maupun pasif
  2. Skrining baik masal maupun selektif dan kadang terhadap
  3. Pemeriksaan khusus dan berkala (periodic selective examination)

Baca juga: