Puisi Kemerdekaan

Pembukaan

Kita sekarang menyadari bahwa semua kebahagiaan yang tidak terlepas dari peran seorang pahlawan adalah pengorbanan paling disayangkan dari cinta dan tubuh demi kebebasan generasi penerus.

Ini adalah kumpulan puisi heroik yang menginspirasi yang dibuat untuk kita semua sebagai penghormatan kepada para pahlawan berturut-turut. Semoga puisi ini menginspirasi dan menginspirasi kita semua untuk memberikan kontribusi yang bermanfaat untuk memuaskan kebebasan yang telah dicapai para pahlawan ini.

Kebebasan itu gratis dalam beberapa hal. Misalnya, kebebasan menjalankan atau memerintah pemerintahan yang merdeka atas kemauan rakyat. Jika Indonesia tidak sebebas sekarang, kita tidak akan bisa hidup nyaman dan damai.

Dengan demikian Indonesia dijajah, dan akhirnya muncul seorang pahlawan yang memperjuangkan bangsa Indonesia, mengorbankan nyawa, darah, harta benda, atau apapun yang telah mereka kurangi. Berbagai bentuk dan metode yang digunakan untuk mengingatnya dan memperingati pengabdian sang pahlawan.

Misalnya, lokasi berulang sebagai foto atau nama. Juga, masih ada bentuk untuk mengembalikan jasa para pahlawan kita untuk dilanjutkan sebagai puisi. Puisi Kebebasan tentang Perjuangan dan Kepahlawanan:

Contoh Puisi Kemerdekaan

kemerdekaan

Mengenang

Bosan menjadi budak
Mereka bergerak maju dengan percaya diri
Melawan Benteng Besi
Sembilan obor tertancap di sudut bumi
Lahan basah
Mereka sedang terburu-buru
Pagi yang cemas di pintu masuk
Saya menunggu kabar dari langit dan bumi

Jam berdentang setiap detik
Waktu berlalu saat air mengalir
Sekelompok burung gagak membawa berita itu
Mereka pergi

Kembali ke air dan kembali ke cahaya
Mengalir ke sungai tanpa batas
Kembali ke Agni, ibu pertiwi
Terbang ke langit tanpa lapisan
Dengan udara
Ruang abadi

Tanah itu mencatat nama mereka
Dalam puisi yang ditulis olehnya
Mengingatkan pada dongeng anak-anak di negara tersebut

Kebencian Mendalam

Kisah para pejuang yang mati
Cerita pertarungan
Diukir hati
Ciptakan semangat juang

Saya suka negara ini
Itulah dasarnya
Anda adalah pahlawan yang ditinggalkan
Di negara ini saya menyapa Anda

Anda terbuang di pengasingan
Prajurit alien
Dengan raungan kebebasan
Saudara

Saya disambut dengan hangat
Saya menyambut banyak pelukan
Saya menyambut Anda dengan rasa ingin tahu
Kekuatan pertarungan yang tidak pernah berakhir

Percik-percik Sumpah Pemuda

Ikrar Gema
Sekitar satu abad yang lalu
Telepon teman saya
Drminasi dapat menghubungkan tekad dan gairah
Satukan orang-orang saya

Banyak pilihan sekarang
Anda bisa menciptakan warna-warna indah negeri ini

Kita butuh
Kita butuh
Jari-jari kecil ini
Tinju ini
Jejak kaki ini
Untuk mengisi negara yang berubah ini
Tidak ada permusuhan
Tidak terdengar
Jangan sentuh
meskipun …
Cita-cita suci
Dalam doa dan usaha
Negara saya sempit di ekuator
Jaga agar kilau tetap konstan
Hei kau
Orang-orang muda dari bangsaku
Sekarang lipat lengan baju Anda
Untuk membawa negara ini
Kelimpahan kebesaran dan kemuliaan
Jalan negara saya
Indonesia

Merdeka

Saya berjalan di jalan saya
Diisi duri tajam
Gurun sedang dibangun
Kering

dimana itu
Penampilan Anda sebagai pahlawan
Untuk kebebasan
Untuk orang-orang

Jejak kaki
Dari sepatu besar
Bersama di medan perang
Lari dulu

Pistol itu ditembakkan
Untuk musuh sebagai penyerang
Sampai jatuh tak berdaya
Sampai bisa membanggakan