Prospek Penggunaan Katalis Eco-friendly

Prospek Penggunaan Katalis Eco-friendly

Prospek Penggunaan Katalis Eco-friendly

Prospek Penggunaan Katalis Eco-friendly

Permasalahan dalam bidang kesehatan

terutama yang berkaitan dengan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, merupakan hal yang terus menghantui masyarakat. Bakteri patogen yang masuk ke dalam jaringan tubuh dan berkembang biak di dalam jaringan dapat
menimbulkan infeksi. Untuk pengobatan, biasanya digunakan suatu antibiotik tertentu.

 

Dalam pengobatan penyakit infeksi

salah satu masalah serius yang dihadapi kini adalah terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik yang digunakan. Dengan berkembangnya populasi bakteri yang resisten, maka antibiotik yang pernah efektif untuk mengobati penyakit-penyakit tertentu kehilangan nilai kemoterapeutiknya. Sejalan dengan hal tersebut,
jelas bahwa ada kebutuhan yang terus-menerus untuk mengembangkan obat-obat baru dan
berbeda untuk menggantikan obat-obat yang telah menjadi tidak efektif. Selain obat-obatan
yang didapat dari alam, pengembangan obat-obatan sintesis yang diproduksi dari bahan-bahan
kimia tetap perlu dikembangkan mengingat keterbatasan bahan alam bila terus
dieksploitasi.

 

Sintesis senyawa-senyawa kimia

yang memiliki kemampuan antimikroba akan memberikan hasil/produk yang biasanya lebih singkat waktu reaksinya dan yield/hasil yang cukup banyak bila dibandingkan dengan melalui isolasi bahan alam, walaupun perlu
dilakukan riset lanjutan mengenai toksisitasnya sebelum digunakan sebagai formula antibiotik. Dalam proses sintesis senyawa-senyawa kimia tersebut pada umumnya menggunakan sistem katalis asam untuk membantu jalannya reaksi.

Dalam metode ini, diperlukan waktu reaksi yang lama dan suhu reaksi yang tinggi
(diatas 1500C) yang bergantung kepada reaktivitas zat. Dalam beberapa kasus, produk-produk
samping yang tidak diinginkan juga terbentuk. Toksisitas dan korosivitas zat tersebut juga
tinggi. Selain itu, kelebihan asam yang digunakan sebagai katalis yang menjadi buangan
limbah dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan, sehingga menimbulkan permasalahan
lain yang sulit ditangani.

 

       Dalam beberapa tahun terakhir, telah dilakukan pengembangan suatu katalis lain yang
lebih efektif dan ramah lingkungan dalam proses reaksi sintesis senyawa kimia. Sistem
katalis tersebut adalah katalis heterogen. Sistem katalisis heterogen paling luas digunakan
dalam bidang industri, hal ini disebabkan sistem katalis heterogen memiliki beberapa
keuntungan misalnya dapat digunakan pada suhu tinggi sehingga dapat dioperasikan pada
berbagai kondisi. Kemudian secara luas digunakan karena tidak memerlukan tahap yang
panjang untuk memisahkan produk dari katalis.
Katalisator heterogen mendapat perhatian lebih akhir-akhir ini dalam proses sintesis
senyawa organik sehubungan dengan pertimbangan ekonomi dan lingkungan. Katalisator
heterogen umumnya lebih murah, kereaktifannya yang tinggi, ramah lingkungan, dengan
waktu reaksi yang tidak lama, selektivitas yang baik, penanganan sederhana, dan juga
menghemat energi.

Mayoritas dari katalis heterogen ini didasari pada silika

terutama sejak beberapa riset menunjukkan keuntungan dari penggunaan silika, diantaranya kestabilan yang baik, luas permukaan yang lebih besar, mudah dan murah, serta kemudahan gugus organik dalam
menjangkar ke permukaan untuk menyediakan pusat katalitis. Sementara NaHSO4.H2O
adalah sistem katalis asam heterogen yang aman, murah, mudah dalam penanganan dan ramah lingkungan serta stabil dalam media reaksi. Beberapa riset menunjukkan bahwa
NaHSO4.H2O adalah katalis yang efektif pada beberapa reaksi organik seperti sintesis asildiazene,
reaksi Friedel-Craft dan deproteksi dari asetal. Selain itu, penggunaan silika gel yang
didukung dengan NaHSO4.H2O adalah sistem katalis heterogen yang murah dan stabil yang
dapat digunakan pada banyak reaksi organik dibawah kondisi heterogen.

Landasan inilah yang membuat usaha untuk pengembangan sintesis senyawa

kimia yang memiliki aktivitas biologi, khususnya sebagai antibakteri,
menjadi sangat penting sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mengatasi berbagai
permasalahan kesehatan yang disebabkan oleh bakteri.