Prosedur Pemberian Pinjaman

Prosedur Pemberian Pinjaman

Prosedur Pemberian Pinjaman

Triandaru & Budisantoso (2008: 220) menjelaskan bahwa, besarnya nilai taksiran atas barang yang akan digadaikan tidak sama dengan besarnya pinjaman yang diberikan. Hal tersebut disebabkan karena penentuan jumlah uang pinjaman tersebut berdasarkan persentase tertentu terhadap nilai taksiran.Jumlah persentaseyang dimaksud telah ditentukan oleh Pegadaian berdasarkan golongan yang berkisar antara 80-90%.

Jumlah pinjaman yang telah ditentukan kemudian digolongkan untuk menentukan syarat-syarat pinjaman seperti besarnya sewa modal, jangka waktu pelunasan, jadwal atau waktu pelelangan. Sebagai contoh, pinjaman senilai Rp 88.000,00 termasuk dalam kelompok pinjaman Rp 20.000,00 sampai Rp 150.000,00 atau termasuk golongan A. Pinjaman yang masuk golongan A ditetapkan sewa modalnya adalah sebesar 0,75% per 15 hari, jangka waktunya 4 bulan, dan pelelangan pada bulan ke-5. Barang yang digadaikan diasuransikan oleh Pegadaian yang dana pembayaran preminya diperoleh dari peminjam dana. Pemberian uang pinjaman kepada nasabah dilakukan oleh kasir tanpa ada potongan biaya selain untuk premi asuransi.

Berdasarkan penjelasan diatas, nilai uang pinjaman yang diberikan oleh Pegadaian lebih kecil daripada nilai pasar dari barang yang digadaikan. Pegadaian sengaja mengambil kebijakan tersebut untuk mencegah munculnya kerugian. Apabila nasabah pada saat jatuh tempo tidak mampu atau tidak bersedia menebus barang yang digadaikan, maka Pegadaian akan menjual barang tersebut melalui pelelangan. Harga penjualan barang yang digadaikan ini bisa lebih tinggi, sama, atau lebih rendah daripada nilai taksiran yang telah ditetapkan oleh petugas penaksir pada awal pemberian pinjaman. Jika nilai taksiran ditetapkan sebesar nilai pasar dan ternyata pada waktu pelelangan nilai pasar barang tersebut merosot, maka Pegadaian akan mengalami kerugian karena hasil pelelangan tidak dapat digunakan untuk menutup pinjaman yang telah diberikan kepada debitor. Kerugian ini akan menjadi lebih besar apabila kewajiban yang belum dibayar oleh debitor tidak hanya pokok pinjaman tetapi juga sewa modal atau bunga. Hal tersebut menjadi dasar penetapan jumlah uang pinjaman yang lebih kecil daripada nilai taksiran atas barang yang digadaikan.

sumber :
https://office1.co.id/gangster-fight-apk/