PGRI Jember Minta Honor GTT-PTT Disamakan dengan Satgas Relawan Bupati

PGRI Jember Minta Honor GTT-PTT Disamakan dengan Satgas Relawan Bupati

PGRI Jember Minta Honor GTT-PTT Disamakan dengan Satgas Relawan Bupati

PGRI Jember Minta Honor GTT-PTT Disamakan dengan Satgas Relawan Bupati

Persatuan Guru Republik Indonesia tidak mempermasalahkan perekrutan 1.300 orang anggota

satuan tugas relawan oleh Bupati Faida yang akan diumumkan akhir September 2019.

Namun PGRI minta agar Pemerintah Kabupaten Jember memberikan nominal gaji untuk guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (honorer) yang sama dengan yang akan diterima relawan.

“Besaran honor yang akan diberikan kepada relawan, yang menurut informasi di media sosial, kurang lebih UMK Rp 2 juta, sangat melukai perasaan GTT,” kata Ketua PGRI Jember Supriono.

Menurut Supriono, GTT juga relawan di bidang pendidikan. “Kalau sekarang ada honor yang dibedakan.

Relawan Rp 2 juta dan GTT yang harus berdarah-darah hanya menerima rata-rata honor kurang lebih Rp 450 ribu, menurut saya, tidak adil,” katanya.

“Kalau pemerintah daerah ingin pelayanan publik lebih baik, saya pikir rekrutmen satgas dalan rangka pelayanan publik dan pendidikan juga pelayanan publik. Tentunya (honor) minimal harus disamakan. Kalau relawan bisa dibayar Rp 2 juta, kenapa GTT tidak?” kata Supriono.

Bupati Jember Faida membuka pendaftaran satuan tugas relawan, yakni Satgas Dhuafa, Satgas IKM

(Industri Kecil Menengah), Satgas PKL (Pedagang Kaki Lima), Satgas Rumah Sehat, dan Kader Sanitasi.

Penerimaan berkas lamaran pada 2-13 September 2019. Setelah melalui sejumlah tahap, pelamar yang diterima akan diumumkan pada 30 September 2019.

 

Sumber :

https://danuaji.dreamwidth.org/407.html