Pengertian Majas

Pengertian MajasPengertian Majas

Majas adalah bahasa kiasan atau gaya bahasa yang penggunaanya bertujuan membentuk kesan imajinatif bagi yang mendengar sehingga menimbulkan efek-efek tertentu.

Majas adalah sebuah karya sastra yang memiliki nilai tinggi. Majas biasanya mengambarkan sesuatu yang datang dari sebuah refleksi seseorang yang memiliki pemikiran yang mendalam terhadap sebuah keadaan.

Untuk lebih mengetahui apa dan bagaimana itu majas, maka pada tulisan berikut kami akan membagi informasi tentang macam-macam jenis majas berserta contoh,  berikut informasinya :

Secara umum, majas terjadi dari 4 jenis majas yaitu majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran/ tautan, majas penegasan / perulangan, yang masing-masing jenis majas tersebut juga memiliki sub bagian masing-masing. Namun dalam makalah ini penulis membahas tentang majas perulangan beserta contohnya.

  1. Majas Pertentangan

Majas pertentangan dibagi menjadi tujuh jenis yaitu :

  1. Hiperbola
  2. Litotes
  3. Ironi
  4. Oksimoron
  5. Paronomasia
  6. Paralisis
  7. Zeugma
  8. Hiperbola

Kata Hiperbola berasal dari bahasa Yunani yang berarti pemborosan,berlebihan, dan diturunkan dari hyper ‘melebihi’ + ballein’melemparkan’.
Dengan kata lain, menurut Moeliono (dalam Tarigan, 1986 : 130) menyatakan ’’hiperbola ialah ungkapan yang melebih-lebihkan apa yang sebernarnya dimaksudkan: jumlahnya, ukurannya, atau sifat-sifatnya.”

Contoh hiperbola diantaranya:

  1. Saya terkejut setengah mati melihat penampilan yang menegakkan bulu roma dan menghentikan detak jantung seperti itu; namun demikian hal itu merupakan sejuta kenangan indah begitu yang tidak dapat dibeli dengan uang berjuta-juta dan intan berbutir-butir.
  1. Siapa yang berani mengganggu anak gadisnya itu akan dipenggal serta diremuk-redamkan tulang belulangnya sehingga menjadi bubur.
  1. Sampah-sampah bertumpuk setinggi gunung di muka gedung itu.
  2. Litotes

Litotes berasal dari bahasa Yunani yaitu litos yang berarti sederhana.
Litotes adalah majas yang dalam pengungkapannya menyatakan sesuatu yang positif dengan bentuk yang negatif atau bentuk yang bertentangan.
Menurut Tarigan (dalam Tarigan, 1986 : 131) mengungkapkan litotes merupakan kebalikan dari hiperbola, yaitu sejenis majas yang mengandung pernyataan yang dikecil-kecilkan, dikurangi dari kenyataan yang sebenarnya, misalnya untuk merendahkan diri.

Contoh litotes misalnya :

Mampirlah ke gubuk saya.

Hasil usahanya tidak mengecewakan hati.

Kami disuguhi dengan makanan yang tidak membosankan.

  1. Ironi

Moeliono (dalam Tarigan, 1986 : 133) menyatakan ironi adalah majas yang menyatakan makna yang bertentangan, dengan maksud mengolok-olok. Maksud itu dapat dicapai dengan mengemukakan :

  1. Makna yang berlawanan dengan makna yang sebenarnya
  2. Ketidaksesuaian antara suasana yang diketengahkan dan kenyataan yang mendasarinya
  3. Ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan

Contoh ironi misalnya :

Aduh, bersihnya kamar ini, puntung rokok dan sobekan kertas bertebaran di lantai.

Bukan main rajinmu, sudah tujuh hari kamu bolos bulan ini.

Bersih benar hatimu, semua orang kamu caci dan kamu fitnah.

 

Sumber :

https://finbarroreilly.com/instagram-siapkan-stiker-rayakan-halloween/