Pengertian dan Tingkatan Manajemen

Pengertian dan Tingkatan Manajemen

nanti kalau telah besar kamu ingin berprofesi sebagai apa? Pernahkah terpikir untuk menjadi seorang manajer di suatu perusahaan besar? Atau kamu ingin mengerti bagaimana suatu perusahaan mampu berjalan? Jawabannya adalah bersama dengan manajemen. Well, kata itu pasti tidak asing terdengar di telinga kamu ‘kan? Tapi apakah kamu mengerti apa pengertian dari manajemen dan bagaimana pembagian kerja manajemen didalam suatu perusahaan

Selain di perusahaan, kegiatan manajemen mampu kami temukan di lingkungan sekolah lewat beraneka organisasi. Manajemen sebetulnya erat kaitannya bersama dengan organisasi, gara-gara organisasi adalah alat manajemen itu sendiri. Wah, maksudnya bagaimana ya? Manajemen berasal dari bhs Perancis kuno, yaitu mӗna-gement yang berarti seni melakukan dan mengatur. Beberapa pendapat perihal manajemen menurut tokoh-tokoh ekonomi:

Dari definisi di atas mampu diambil kesimpulan bahwa manajemen merupakan seni dan pengetahuan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengordinasian, dan pengendalian/pengawasan atas sumber daya, khususnya sumber kekuatan manusia, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Jadi terhadap dasarnya manajemen merupakan suatu proses bantuan bimbingan dan layanan didalam suatu kegiatan kerja sama, yang mana layanan atau alat-alat kerja yang digunakan selanjutnya merupakan unsur manajemen.

Nah, orang yang bertanggung jawab atas bawahan dan sumber daya-sumber kekuatan organisasi lainnya didalam manajemen dinamakan manajer. Kamu mampu untuk melihat lebih mengerti perihal pembagian tanggung jawab lewat piramida tingkatan manajemen yang terbagi didalam 1) manajemen puncak; 2) manajemen menengah; dan 3) manajemen lini pertama.

1. Manajemen Puncak (Top Management)
Manajemen puncak kudu punyai keterampilan rencana bersama dengan tugas untuk memimpin organisasi atau perusahaan secara keseluruhan sehingga mampu membentuk tim kerja yang baik. Manajemen puncak terdiri atas Dewan Direktur atau Eksekutif, Presiden Direktur, Direktur, Kepala Perwakilan, dan Kepala Divisi.

2. Manajemen Menengah (Middle Management)

Manajemen menengah menjadi penghubung pada manajemen puncak bersama dengan manajemen lini pertama. Manajemen menengah atau didalam profesinya adalah manajer menengah tugasnya membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya atau mampu terhitung karyawan operasional. Sebagai contoh, Manajer Cabang, Kepala Pengawas, Kepala Departemen, Kepala Bagian, dan lain-lain.

3. Manajemen Lini Pertama (First-Line Management)

Manajemen lini pertama kudu punyai keterampilan tekhnis yang bertanggung jawab memimpin dan mengawasi tenaga operasional. Manajemen lini pertama terkait segera bersama dengan tenaga operasional atau karyawan. Contohnya adalah mandor didalam pabrik, kepala seksi yang segera membawahi tenaga pengetik dan tenaga administrasi didalam kantor yang besar, atau pengawas tekhnis didalam suatu perusahaan otomotif.

Baca Juga :