Pendidikan Berbasis Zona, Kemendikbud Bagi Wilayah Indonesia Menjadi 2.578 Zona

Pendidikan Berbasis Zona, Kemendikbud Bagi Wilayah Indonesia Menjadi 2.578 Zona – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal terus memperkuat sistem zonasi untuk peradaban dunia pendidikan. Tahun depan semua wilayah Indonesia akan dipecah menjadi 2.578 zona.

“Ada 2.578 zona di semua Indonesia yang sudah disepakati oleh dinas-dinas pendidikan. Jadi nanti seluruh penanganan edukasi akan berbasis zona,” kata Muhadjir, Jumat (16/11).

Setelah disepakatinya jumlah zona, lanjut Muhadjir, maka nantinya seluruh penanganan edukasi akan berbasis zona. Berdasarkan keterangan dari dia, Indonesia bukan menjadi satu-satunya negara yang merealisasikan sistem zonasi di Asia Tenggara.

Seperti halnya Singapura yang telah merealisasikan zonasi semenjak 12 tahun yang lalu. Lalu Australia, Amerika Serikat, dan Jepang pun menerapkan sistem zonasi dalam pendidikan.

“Jadi saya harap supaya Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) tersebut ke depannya meluangkan jurusan mayor dan minor untuk masing-masing calon guru. Di mana guru melatih minimum 2 mata latihan yang serumpun, misalnya Sosiologi dengan Antropologi,” ujar dia.

Program mayor dan minor dinilai efektif, sebab selama ini satu guru melulu mengajar satu mata latihan dan andai mau melatih lebih dari satu mata latihan akan disebutkan tidak linier dan tidak diakui. Hal itulah yang menurut keterangan dari Muhadjir menjadi di antara pemborosan.

Sebelumnya, Kemendikbud pun mengaku sudah menyosialisasikan evolusi skema Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 secara menyeluruh. Kemendikbud mengklaim sekitar ini tidak terdapat pemerintah wilayah ataupun sekolah yang resisten atau membangkang terhadap PPDB berdasar pada zonasi tersebut.

Staff Ahli Kemendikbud Bidang Hubungan Pusat dan Daerah James Modouw mengungkapkan, sosialisasi secara masif telah dilaksanakan secara regional yang melibatkan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Provinsi.

“Sementara belum terdapat yang resisten terhadap kepandaian ini, sebab sesungguhnya destinasi daripada zonasi ini ialah memberikan kesempatan untuk semua anak guna mendapatkan layanan edukasi yang sama,” ungkap James sejumlah waktu lalu.

Sumber: https://is.gd/fiUz4H