Paradoks

Paradoks

Paradoks adalah semacam gaya bahasa yang mengandung pertentangan yang nyata dengan fakta-fakta yang ada. Dapat juga berarti semua hal yang menarik perhatian karena keberadaannya.

Contoh:

Musuh sering merupakan kawan yang akrab.

Ia mati kelaparan dtengah-tengah kekayaannya yang berlimpah-limpah.

Histeron Proteron

Histeron Proteron adalah semacam gaya bahasa yang merupakan kebalikan dari sesuatu yang logis atau kebalikan dari sesuatu yang wajar, misalnya menempatkan sesuatu yang terjadi kemudian pada awal peristiwa.

Juga disebut Hiperbaton.

Contoh:

Saudara-saudara, sudah lama terbukti bahwa Anda sekalian tidak lebih baik sedikitpun dari para perusuh, hal itu tampak dari anggapan yang berkembang akhir-akhir ini.

Jendela ini telah member sebuah kamar kepadamu untuk dapat berteduh dengan tenang.

Kereta melaju dengan cepat didepan kuda yang menariknya.

Bila ia sudah berhasil mendaki karang terjal itu, sampailah ia di tepi pantai yang luas dengan pasirnya yang putih.

  1. Litotes

Litotes adalah semacam gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri. Sesuatu hal dinyatakan kurang dari keadaan sebenarnya. Ataupun suatu pikiran dinyatakan dengan menyangkal lawan katanya.

Contoh;

Kedudukan saya ini tidak ada artinya sama sekali.

Saya tidak akan merasa bahagia bila mendapat warisan 1 miliyar Rupiah.

Apa yang kami hadiahkan ini sebenarnya tidak ada artinya sama sekali bagimu.

Rumah yang buruk inilah yang merupakan hasil usaha kami bertahun-tahun lamanya.

  1. Anastrof

Anastrof atau Inversi adalah semacam gaya retoris yang diperoleh dengan pembalikan susunan kata yang biasa dalam kalimat.

Contoh:
Pergilah ia meninggalkan kami, keheranan kami melihat perangainya.

Bersorak-sorak orang ditepi jalan memukul bermacam-macam bunyi-bunyian melalui gerbang dihiasi bunga dan panji berkibar

Baca juga: