Mahasiswa Unsyiah Buat Beton dari Limbah Sawit

Mahasiswa Unsyiah Buat Beton dari Limbah Sawit

Mahasiswa Unsyiah Buat Beton dari Limbah Sawit

Mahasiswa Unsyiah Buat Beton dari Limbah Sawit

Tiga mahasiswa Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah)

berhasil menciptakan beton ramah lingkungan berbahan material kelapa sawit. Mereka yang tergabung dalam tim Ata Kana Awai adalah Muhammad Fuji Hanafi, Aris Abdillah, dan Muhammad Anton Fajri.

Produk tersebut telah berhasil meraih juara 3 Lomba Beton Nasional yang diadakan Politeknik Negeri Bali pada 14 Oktober 2016 lalu. Tim Ata Kana Awai ini lolos seleksi 10 besar setelah mengirimkan proposal dan dilanjutkan dengan pengiriman makalah. Selain tim tersebut, ada juga tim CESKO13 yang juga mahasiswa Teknil Sipil Unsyiah. Tim ini pun masuk dalam juara 10 besar.

Tim Ata Kana Awai berhasil menang dengan karya berupa produk beton berbahan material sawit.

Mereka terinspirasi membuat beton ramah lingkungan karena melihat menggunungnya limbah sawit di kawasan Aceh Timur, Nagan Raya, dan daerah lainnya.

Baca: Konferensi ICAIOS di Unsyiah Membedah Buku Hasan Tiro

Muhammad Fuji mengatakan, produk beton dari cangkang sawit ini memiliki keunggulan tersendiri. Di antaranya adalah ramah lingkungan, ringan, harga murah, dan berdaya tekan 30 Mpa.

“Rencananya, kami juga akan menaikkan daya tekan agar beton ini bisa dimanfaatkan untuk wilayah yang rawan bencana,” katanya seperti dilansir situs Unsyiah, Selasa (1/11/2016).

Menurutnya, selama ini cangkang sawit dari sisa pembuatan minyak kelapa sawit langsung

dibuang dan menggunung di lokasi pabrik olahan minyak sawit. Jadi muncul ide untuk memanfaatkannya sebagai material pembuatan beton. Selama ini pembuatan beton kerap menggunakan material pasir, kerikil, semen, dan air. Kali ini material pasir dan kerikil diganti dengan cangkang sawit yang bahannya lebih mudah didapat dan harganya juga terjangkau.

Baca: Osaka Gas Foundation Bantu Mahasiswa Unsyiah

“Jika kita terus-menerus membuat beton dengan material pasir dan kerikil, tentu akan berdampak negatif terhadap lingkungan dan bisa membawa bencana ke depannya,” tegas Fuji.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/96475cbdgGrC6