Langkah Cermat Alih Profesi

5 Langkah Cermat Alih Profesi

Saat rasa bosan melanda di kantor, kegiatan nggak lagi menantang, dan penasaran pengen mengupayakan pekerjaan lain, rasanya sah-sah saja bila niat berpindah profesi hadir di kepala kita. Pengen beneran mewujudkannya? Punya amunisi ini dulu, dong…

Cari tahu…
…potensi dan bakat kita. Melihat kegiatan sebagai fashion stylist, tuh, asyik banget, anda nekat melamar di bidang tersebut padahal pengetahuan kita mengenai fashion minim banget atau selera busana anda nggak istimewa. Kalau memang nggak berbakat, tidak boleh maksa, deh. Mendingan ikuti psikotes untuk memahami jalur kegiatan yang sesuai buat kita. Hal ini penting supaya pekerjaan yang anda coba nanti nggak melenceng jauh dari potensi kita.

Dicari: modal
Tergiur laba yang didapatkan teman sebab bisnisnya sukses? Nggak melulu modal dana yang kudu disiapkan, tapi pun mental, tuh! Pelajari seluk-beluk berbisnis, tergolong strategi pemasaran menghadapi persaingan, hingga risiko gagal. Mulai dari yang kecil dulu dan tidak sedikit belajar pun sama yang telah berpengalaman.

Tambah ilmu
Mencoba profesi baru jelas perlu informasi baru. Jika kita telah mantap memilih profesi tersebut, mesti hukumnya untuk meningkatkan pengetahuan anda dengan mengekor kursus, pelatihan, seminar, atau melanjutkan kuliah yang mendukung. Jangan malas juga bertukar pikiran dengan rekan yang mempunyai jenis kegiatan yang sama dan gabung, deh, dengan komunitas profesi. Nggak hanya memperluas jaringan, kesempatan kerja baru juga dapat didapat.

Bukan beo
Menentukan profesi usahakan jangan melulu karena iri dengan keberhasilan orang lain. Kita pun harus inginkan melihat pun kerja keras–termasuk jatuh bangun dibalik profesi tersebut. baru dua bulan merasa profesi ini nggak cocok sama kita? Basi, ah! Dibutuhkan ketekunan, kegigihan, dan usaha terus-menerus supaya kita sukses dengan profesi yang anda jalani. Soal waktu, tergantung anda juga. Jika anda lelet belajar dan ogah-ogahan, kesuksesan juga akan lama mendekat kita!

Jaga hubungan
Meski telah mempunyai profesi baru, tidak boleh langsung putus hubungan dengan profesi lama. Siapa tahu, sesudah menjalani profesi baru, ternyata anda lebih sesuai dengan kegiatan lama. Tetap jaga hubungan baik dengan perusahaan dan teman kerja lama kita. Jika anda masih menjalin relasi, nggak tertutup bisa jadi mantan atasan menawarkan anda kembali ke perusahaan lama. Pucuk dicinta ulam tiba.

Baca Juga: