Koloid Tanah dan Bahan Organik

Koloid Tanah dan Bahan Organik

 

Koloid tanah merupakan suatu bahan aktif dari tanah yang tersusun mineral dan humus. Mineral dan humus menyerap kation bervalensi dua lebih kuat dari kation bervalensi satu. Salah satunya, Koloid tanah menyerap ion alumium (Al2+) yang akan dihidrolisis sehingga menyumbangkan ion H+ akibatnya tanah menjadi asam. Koloid tanah juga mampu menyerap garam-garam yang menyebabkan reaksi tanah asam dibantu dengan curah hujan yang tinggi (Budi dan Sari, 2015).

Bahan organik merupakan bahan yang mengandung unsur hara kompleks dan esensial. Bahan organik yang mengikat mampu mendorong berubahnya unsur dari tidak tersedia menjadi tersedia untuk memacu pertumbuhan dan peningkatan produksi tanaman. Akan tetapi saat revolusi kesuburan tanah di Indonesia sudah membahayakan dengan salah satu indikator kandungan bahan organik tanah rata-rata di bawah 2% (Budi dan Sari dan Sari, 2015).

Ketersediaan unsur hara yang seimbang di dalam tanah merupakan faktor utama dalam kesuksesan seluruh kehidupan tanaman (Budi dan Sari, 2015). Unsur hara di dalam tanah yang tersedia dan dalam kondisi seimbang serta mudah berubah menjadi anion dan kation dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktifitas tanaman optimal. Tanaman memanfaatkan bahan organik untuk mendapatkan energi dan akan mengoptimalkan pertumbuhan dan kualitas produksi.

Koloid tanah dan bahan organik mempunyai hubungan dalam ketersedian hara dalam suatu tanah dan lahan. Hubungan ini berupa peran koloid tanah dan bahan organik terhadap ketersediann hara. Oleh sebab itu makalah ini akan membahas tentang koloid tanah, bahan organik dan perannya dalam mengatur ketersediaan hara bagi tanaman.