Kesatuan Sila-Sila Pancasila

Kesatuan Sila-Sila Pancasila

Kesatuan Sila-Sila Pancasila

  • Susunan Pancasila yang Bersifat Hirarkhis dan Berbentuk Piramidal

Sifat hirarkis dan bentuk piramidal itu tampak dalam susunan Pancasila, di mana sila pertama Pancasila mendasari dan menjiwai keempat sila lainnya, sila kedua didasari sila pertama dan mendasari serta menjiwai sila ketiga, keempat dan kelima, sila ketiga didasari dan dijiwai sila pertama dan kedua, serta mendasari dan menjiwai sila keempat dan kelima, sila keempat didasari dan dijiwai sila pertama, kedua dan ketiga, serta mendasari dan menjiwai sila kelma, sila kelima didasari dan dijiwai sila pertama, kedua, ketiga dan keempat.


  • Sila -sila Pancasila yang saling mengisi dan saling mengkualifikasi

Hal  ini dimaksudkan bahwa setiap sila terkandung  nilai ke empat sila lainnya dengan kata lain dalam setiap sila Pancasila senantiasa dikualififikasi keempat sila lainnya.


  • Kesatuan Sila-Sila Pancasila sebagai Suatu Sistem Filsafat

Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia tercantum dalam pembukaan Undang- Undang Dasar 1945 pada alinea keempat, merupakan suatu kesatuan yang utuh secara sistematis. Pancasila merupakan suatu lima dasar yang tunggal, yang tiap-tiap sila harus mengandung keempat sila yang lain.

Tiap sila tidak boleh terlepas dari sila yang lain, tiap sila tidak boleh bertentangan dengan sila yang lain. Pancasila sebagai dasar Negara falsafatah Negara ditegaskan dalam pembukaan Undang- Undang Dasar 1945, yaitu :


  • Ketuhanan Yang Maha Esa
  • Kemanusiaan yang adil dan beradab
  • Persatuan Indonesia
  • Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan
  • Keadialan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Secara filosofis Pancasila sebagai suatu kesatuan system filsafat memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis, dan dasar aksiologis sendiri yang berbeda dengan sitem fisafat yang lainnya, misalnya materialism, liberalism dan sebagainya.


  • Dasar Ontologis Sila-Sila Pancasila

Dasar ontologis Pancasila pada hakikatnya adalah manusia yang memiliki hakekat mutlak monoprulalis, oleh karena itu hakekat dasar ini juga disebut dasar antropologis.


  • Dasar Epistemologis Sila-Sila Pancasila

Dasar epistemologis Pancasila pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. Oleh karena itu dasar epistemologis Pancasila tidak dapat dipisahkan  dengan konsep dasarnya tentang hakekat manusia. Terdapat  tiga permasalahan mendasar dalam epistemologi, yaitu : pertama tentang sumber pengetahuan manusia, kedua tentang teori kebenaran pengetahuan manusia, ketiga tentag watak pengetahuan manusia.


  • Dasar Aksiologis Sila-Sila Pancasila

Sila-sila Pancasila sebagai suatu system filsafat juga memiliki satu kesatuan dasar aksiologisnya, yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan.Terdapat berbagai macam teori tentang nilai dan hal ini sangat tergantunng pada titik tolak dan sudut pandangnya masing-masing dalam menentukan pengertian nilai dan hirarkinya.


Baca Juga :