Karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah

 Karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah

Manajemen Berbasis Sekolah harus diketahui, diamalkan oleh warga Indonesia terutama pada seorang pendidik yang mengajar pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan juga pendidikan menengah. Oleh sebab itu, beberapa karakteristik manajemen berbasis sekolah sangat wajib dipahami pada sekolah yang ingin menerapkannya dan juga diharapkan sekolah tersebut dapat memperhatikan serta memiliki karakteristik MBS dan mampu menerapkannya dengan sukses. Nurkholis (dalam Manajemen Berbasis Pendidikan : 2003) mengemukakan bahwa karakteristik yang terdapat pada MBS ini ada 8, yaitu :

  1. Sekolah dengan MBS memiliki misi atau cita-cita menjalankan sekolah untuk mewakili sekelompok harapan bersama. Misi ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap fungsi dan efektivitas sekolah,karena dengan misi ini warga sekolah dapat mengembangkan budaya organisasi sekolah yang tepat, membangun komitmen yang tinggi terhadap sekolah, dan mempunyai inisiatif untuk memberikan tingkat layanan pendidikan yang lebih baik.
  2. Aktivitas pendidikan dijalankan berdasarkan karakteristik kebutuhan dan situasi sekolah. Hakikat aktivitas sangat penting bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, karena secara tidak langsung memperkenalkan perubahan manajemen sekolah dari manajemen control eksternal menjadi model berbasis sekolah.
  3. Terjadinya proses perubahan strategi manajemen yang menyangkut hakikat manusia, organisasi sekolah, gaya pengambilan keputusan, gaya kepemimpinan, penggunaan kekuasaan, dan keterampilan-keterampilan manajemen. Oleh karena itu, dalam konteks pelaksanaan MBS, perubahan strategi manajemen lebih memandang pada aspek pengembangan yang tepat dan relevan dengan kebutuhan sekolah.
  4. Keluasaan dan kewenangan dalam pengelolaan sumber daya yang efektif untuk mencapai tujuan pendidikan, guna memecahkan masalah-masalah pendidikan yang dihadapi, baik tenaga kependidikan, keuangan dan sebagainya.
  5. MBS menuntut peran aktif sekolah, administrator sekolah, guru, orang tua dan pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan di sekolah. Dengan MBS sekolah dapat mengembangkan siswa dan guru sesuai dengan karakteristik sekolah masing-masing. Dalam konteks ini, sekolah berperan mengembangkan inisiatif, memcahkan masalah, dan mengeksplorasi semua kemungkinan untuk memfasilitasi efektivitas pembelajaran. Demikian halnya dengan unsur-unsur lain seperti guru, orang tua, komite sekolah, administrator sekolah, dinas pendidikan, dan sebagainya sesuai dengan perannya masing-masing.
  6. MBS menekankan hubungan antar manusia yang cenderung terbuka, bkerja sama, semangat tim, dan komitmen yang saling menguntungkan. Oleh karena it, iklim organisasi cenderung mengarah ke tipe komitmen sehingga efektivitas sekolah dapat tercapai.
  7. Peran administrator sangat penting dalam kerangka MBS, termasuk di dalamnya kualitas yang dimiliki administrator.
  8. Dalam MBS efektivitas sekolah dimulai menurut indicator multitingkat dan multisegi. Penilaian tentang efektivitas sekolah harus mencakup proses pembelajaran dan metode untuk membantu kemajuan sekolah. Oleh karena itu, penilaian efektivitas sekolah harus memperhatikan multitingkat, yaitu pada tingkat sekolah, kelompok, individu, serta indicator multisegi yaitu input, proses dan output sekolah serta perkembangan akademik siswa.