Karakter Dasar Siswa Menurut Para Ahli

Karakter Dasar Siswa Menurut Para Ahli

Karakter Dasar Siswa Menurut Para Ahli

Karakter Dasar Siswa Menurut Para Ahli

Menurut Mangoenprasodjo & Hidayati, (2005: 92)

Menjelaskan bahwa kepribadian orang tua juga sangat besar pengaruhnya pada pembentukan karakter pribadi anak. Kedekatan dan perhatian antara ibu dan ayah, serta keharmonisan hubungan keduanya dalam menghadapi anak merupakan hal yang sangat penting dalam membangun keseimbangan emosi anak.

Lebih lanjut menurut Ratna Megawangi, sebagaimana dikutip Mangoenprasodjo & Hidayati, (2005: 94) bahwa untuk mendidik anak agar memiliki karakter diperlukan proses ‘mengukir’, yakni pengasuhan dan pendidikan yang tepat. Hal ini harus dilakukan sejak anak dilahirkan. Pendidikan moral hingga anak berusia 2 tahun dapat dilakukan hanya dengan memberikan kasih sayang sebesar-besarnya kepada anak. Memasuki usia 2 tahun, anak sudah dapat diajari nilai-nilai moral, bahkan mereka sudah memiliki perasaan empati terhadap kesulitan atau penderitaan orang lain.

 

Karakter manusia telah melekat pada kepribadian seseorang

Dan ditunjukkan dalam perilaku kehidupannya sehari-hari. Sejak lahir, manusia telah memiliki potensi karakter yang ditunjukkan oleh kemampuan kognitif dan sifat-sifat bawaannya. Karakter bawaan akan berkembang jika mendapat sentuhan pengalaman belajar dari lingkungannya. Keluarga merupakan lingkungan belajar pertama yang diperoleh anak dan akan menjadi fondasi yang kuat untuk membentuk karakter setelah dewasa.

Hasil penelitian Suyanto (2009), sebagaimana yang dikutip oleh Mulyatiningsih menunjukkan bahwa sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia empat tahun. Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia delapan tahun, dan 20% sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua. Perkembangan kecerdasan diiringi oleh perkembangan mental kepribadian lainnya sampai usia remaja.

 

Setelah dewasa, kecerdasan maupun perilaku kepribadian sudah relatif stabil

Oleh sebab itu jika ingin membentuk kecerdasan dan karakter, waktu yang paling tepat adalah pada saat usia anak-anak sampai dengan remaja. Dari ketiga pendapat yang sudah dijelaskan tentang pentingnya karakter yang positif untuk dikembangkan sejak dini, maka pemahaman tentang karakter sangat dibutuhkan. Dimana arti dari pemahaman yaitu mencakup kemampuan untuk menangkap makna dan arti dari bahan yang dipelajari. Dimana bahan yang akan diperlajari disini terkait karakter dasar. Pemahaman termasuk dalam salah satu bagian dari aspek kognitif, karena pemahaman merupakan tingkat berfikir yang lebih tinggi.

 

Pemahaman karakter perlu diberikan saat masih anak-anak

Sampai usia remaja, karena waktu yang paling tepat dalam membentuk kecerdasan dan karakter adalah pada saat usia anak-anak sampai dengan remaja. Sehingga anak-anak sampai dengan remaja dibekali ilmu dan wawasan baru terkait karakter agar nantinya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Karena orang yang berkarakter adalah orang yang berpikir, bersikap, dan bertindak berdasarkan suara hati. Karena itu, orang berkarakter pasti tidak akan melakukan hal-hal yang diketahuinya salah dan senantiasa membawa kebaikan untuk orang-orang di sekitarnya. Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/jaring-jaring-kubus/