Gaya Baru Teknologi Informasi

Gaya Baru Teknologi Informasi

Gaya Baru Teknologi Informasi

Gaya Baru Teknologi Informasi

MATA Randhy Tyadika, 29, terpaku di layar ponselnya.

Ia sibuk memilih-milih video-video pendek yang ingin dilihatnya, sambil menanti kedatangan kereta commuter line. “Kalau saya karena kalau ke tempat kantor naik kereta, biasanya di waktu menunggu kereta datang nyambi nonton video-video pendek yang banyak info bagusnya di Facebook,” ujar karyawan swasta itu. Bukan video sembarangan.

Video yang banyak beredar ialah video berdurasi kurang dari 5 menit tetapi padat dengan infografis, foto, dan suara latar yang membangun suuasana. Video itu merupakan multimedia infografis. Sejumlah kanal menggunakan multimedia infografis menjadi sarana informasi, seperti AJ+ atau Opini.id. Perkembangan itu pun tidak lepas dari media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter.

“Multimedia interaktif memang dipilih untuk memuaskan masyarakat

yang butuh informasi tapi punya waktu tidak banyak,” jelas salah satu jurnalis Opini.id, Clara Prima, saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (27/4). Awalnya Opini.id merupakan kanal berita. Sejak 2016 mereka lebih menonjolkan multimedia interaktif sebagai sarana informasinya. Perubahan itu, kata Clara, mengikuti perkembangan zaman di saat videografi lebih banyak menarik minat masyarakat.

Perkembangan itu membuat bermunculan kanal multimedia interaktif lainnya.

Salah satunya Jejak Indra. Ramdani, pendiri Jejak Indra, mengaku dalam multimedia infografis seperti Jejak Indra ditekankan bagaimana menyajikan informasi secara singkat tapi padat. “Sebenarnya tidak ada pakem harus berapa menit, lebih singkat lebih baik asal informasi tetap efektif. Hal terpenting sih kita buat agar penonton tidak bosan,” jelas Ramdani yang juga jurnalis foto Media Indonesia.

 

sumber :

https://rajasatour.id/raskulls-apk/