Faktor Penentu dalam Perencanaan Pembangunan Kapal

 Faktor Penentu dalam Perencanaan Pembangunan Kapal

Perencanaan pembangunan kapal perikanan merupakan awal dari sejumlah tahapan pembangunan kapal perikanan. Perencanaan ini terdiri dari sejumlah pekerjaan yang harusdilakukan oleh pemilik kapal yang menghasilakan kriteria yang digunakan oleh para perancang kapal dalam mendesain kapal yang akan dibangun.

Menurut Ardidja (2007), Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan kapal juga akan mempengaruhi desain kapal penangkap ikan dapat di kelompokkan sebagai berikut:

  1. Spesies, lokasi, abundan, dan disperse sumberdaya ikan
  2. Metode, teknik dan alat penangkap ikan
  3. Karakteristik geografis dan cuaca area penangkap ikan
  4. Kelaikan kapal dan keselamatan awak kapal
  5. Penanganan, pemrosesan dan penyimpanan hasil tangkapan
  6. Kemampuan financial
  7. Ketersediaan galangan kapal dan tenaga ahli penangkap ikan
  8. Undang-undang dan peraturan (regional maupun internasional) yang dapat diterapkan untuk kapal penangkap ikan, konstruksi dan perlengkapannya
  9. Pemilihan dan ketersediaan bahan-bahan pembangun kapal
  10. Kelangsungan usaha (economic viability).

Pemilik kapal harus menetukan target ikan apa dan hasil tangkapan seperti apa yang akan didaratkan Informasi ini akan mempengaruhi criteria teknik penangkapan ikan, alat penangkap ikan, perlengkapan penangkapan ikan, jumlah awak kapal, akomodasi, kecepatan kapal, ukuran palka, jenis palka, dan pengawetan ikan yang diinginkan.

Informasi fishng ground menyangkut kondisi perairan, jarak dari fishing base. Informasi ini akan menentukan bentuk kapal ukuran kapal, perlengkapan navigasi, perlengkapan komunikasi, perlengkapan keselamatan, perlengkapan pendeteksi ikan, kemampuan pendeteksi penangkap ikannya, kemampuan jelajah kapal.

  1. Jenis-jenis kapal perikanan

Kapal perikanan dapat dibedakan berdasarkan alat penggerak, fishing ground, alat tangkap yang digunakan maupun lainnya. Kapal perikanan berdasarkan alat tangkap yang digunakan dan istilah yang sering digunakan adalah dengan memberikan akhiran “er” pada alat tangkapnya, seperti: kapal purse seine disebut juga purse seiners, sedangkan untuk kapal trawl adalah trwalers dan sebagainya (Setianto, 2007).

Menurut Setianto (2007), beberapa jenis kapal perikanan antara lain :

  1. Kapal Purse seine adalah yang secara khusus dirancang untuk digunakan menangkap ikan dengan alat tangkap jenis purse seine atau sering juga disebut pukat cincin, kapal ini sekaligus digunakan untuk menyimpan, mendinginkan dan mengangkut hasil.
  2. Kapal Longline kapal secara khusus dirancang untuk menangkap ikan dengan alat tangkap jenis long line atau sering juga disebut rawaii dan sekaligus untuk menyimpan, mendinginkan, dan mengangkut hasil tangkapan sampai ke pelabuhan. Kapal longline yang berukuran 30-100 GT pada umumnya dioperasikan untuk menagkap ikan jenis tuna dengan hasil sampingan ikan cucut, sehingga sering pula kapal tersebut disebut kapal tuna long line.
  3. KapalTrawl  adalah kapal yang secara khusus dirancamg dan dibangun untuk menangkap ikan dengan alat tangkap jenis Trawl atau sering disebut juga pukat harimau. Tujuan utama penangkapan adalah udang dengan hasil sampingan ikan demersal, sehingga sering disebut juga pukat udang.
  4. Kapalpole and lineradalah kapal yang dibangun secara khusus digunakan untuk menangkap ikan dengan alat penangkapan jenis pole and line atau sering disebut juga huhate. Tujuan utama penangkapan ikan dari kapal pole and line yang berukuran 30-100 GT adalah jenis cakalang (skipjack), dan ikan tuna jenis yellow fin tuna, sehingga sering pula kapal disebut sebagai kapal skipjack pole and line
    Sumber :https://phpmag.net/google-kembangkan-ai-agar-ponsel-tidak-diintip-orang/