Dunia Kampus Diharapkan Bersih dari Agenda Politik

Dunia Kampus Diharapkan Bersih dari Agenda Politik

Dunia Kampus Diharapkan Bersih dari Agenda Politik

Dunia Kampus Diharapkan Bersih dari Agenda Politik

Dunia kampus diharapkan dapat bersih dari agenda politik. Peserta pemilu,

termasuk pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dilarang berkampanye di lingkungan kampus.

“Tidak boleh kampus untuk dilakukan politisasi. Mana sekarang calon yang ke kampus? Saya larang,” kata Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/10).

Menurutnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu memang dapat melakukan sosialiasi terkait kepemiluan. Tidak harus para peserta yang menyampaikan informasi pemilu.

“KPU (bisa sosialiasi). Kalau datangkan (peserta pemilu), ya semua didatangkan

. Jangan sendiri supaya nanti imbang beritanya,” ujarnya.

Nasir menyatakan, kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (8/10), bukan bentuk kampanye. Sebab, Jokowi hadir dalam kapasitas Presiden, tidak calon presiden (capres) nomor urut 01.

“Pak Jokowi sebagai Presiden, dia ke manapun dia mesti harus lakukan.

Presiden tidak bisa berhenti dalam satu hari. Berhenti satu hari masalah negara ini,” ujarnya.

Nasir menambahkan, apabila Prabowo Subianto menyambangi kampus sebagai ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) juga tidak bisa.

“Enggak boleh, itu politik. Kalau Presiden datang ke kampus itu hak Presiden, tapi bukan sebagai calon presiden,” imbuhnya.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/