Bangun PLTSa, DKI Diklaim Rugi Rp24 T per Tahun

Bangun PLTSa, DKI Diklaim Rugi Rp24 T per Tahun

Bangun PLTSa, DKI Diklaim Rugi Rp24 T per Tahun

Bangun PLTSa, DKI Diklaim Rugi Rp24 T per Tahun

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Jakarta Utara

sebagai bagian dari tiga Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta disebut akan merugikan keuangan negara. PLTSs dibangun menggunakan dana APBD dan APBN.

Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB Akhmad Zainal Abidin mengatakan negara akan mengalami kerugian Rp24 triliun per tahun bila tetap membangun PLTSa yang akan beroperasi pada 2022.

“DKI Jakarta akan kehilangan uang per tahun Rp24 triliun. Itu uang APBD

dan APBN jadi kita harus mencegah karena uang itu uang rakyat juga,” ujar Akhmad usai acara diskusi di bilangan Kuningan, Jakarta, Selasa (19/11).

Menurut Akhmad, Pemprov DKI seharusnya bisa menghasilkan lewat pengelolaan sampah. Ia mengatakan dalam sehari, DKI Jakarta menghasilkan sampah sekitar 7.500 ton per hari. Sampah-sampah ini bisa disulap menjadi uang dengan konsep Manajemen Sampah Zero (Masaro) yang merupakan inisiasi Akhmad.

Lihat juga:Kurangi Sampah, Pemprov DKI Luncurkan 3 Kegiatan Strategis
Masaro merupakan konsep pengelolaan dan pengolahan sampah yang bisa menjadi solusi dalam menanggulangi sampah di Indonesia. Tak tanggung-tanggung berdasarkan perhitungannya, ia memprediksi DKI Jakarta bisa menghasilkan uang Rp300 triliun lewat konsep Masaro.

Prinsip Masaro antara lain pemilahan sampah langsung di sumber,

pengolahan sampah di dekat sumber, keterlibatan masyarakat, pemerintah, dan industri.

Akhmad menjelaskan satu kilo sampah bisa diolah menjadi berbagai produk. Produk tersebut berupa pupuk organik, konsentrat pakan, pakan ternak, hingga media tanam.

“Kalau jumlah sampah per hari (7.500 ton) dikalikan dengan hitungan saya, maka dalam sehari, DKI bisa hasilkan ratusan triliun hingga Rp300 triliun,” katanya

Aplikasi Masaro diklaim berpotensi mengurangi beban APBN dan APBD. Akhmad juga mengatakan Masaro bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya dalam bidang pertanian dan peternakan.

 

Sumber :

https://zalala.co.id/