Bangsa Belanda

Bangsa Belanda

Sebelum datang ke Indonesia, para pedagang Belanda membeli rempah-rempah hasil kekayaan alam indonesia di Lisabon (ibukota Portugis) Pada masa itu, Belanda masih dalam penjajahan Spanyol. Tahun 1585 Belanda tidak lagi mengambil rempah-rempah dari Lisabon karena Portugis di kuasai oleh bangsa Spanyol. Bulan April 1595 Belanda memulai pelayaranya menuju nusantara dengan empat buah kapal dibawah pimpinan Cornelis de houtman dan De Keyzer, Pelayaran bangsa Belanda ke Indonesia melaui jalur palayaran Portugis, Pelayaran de houtman memasuki wilayah Nusantara melalui selat sunda.

Faktor penyebab kedatangan bangsa Eropa datang ke timur adalah

  1. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang geografi dan navigasi,
  2. kisah perjalanan Marcopolo dalam bukunya Imago Mundi (citra dunia) dan Il Milione (sejuta keajaiban),
  3. jatuhnya kota Konstantinopel pada tahun 1453 yang menghentikan perdagangan Asia-Eropa,
  4. mewujudkan Gold, Glory, dan Gospel,
  5. politik merkantilisme.

Faktor-faktor yang mendorong bangsa-bangsa Barat pergi ke dunia Timur, antara lain sebagai berikut:

  1. Dikuasainya rute dan pusat-pusat perdagangan di Timur Tengah oleh orang-orang Islam.
  2. Adanya kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu dengan ditemukan peta dan kompas yang sangat penting bagi pelayaran.
  3. Adanya keinginan untuk mendapatkan rempah-rempah dari daerah asal sehingga harganya lebih murah dan dapat memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.
  4. Adanya keinginan untuk melanjutkan Perang Salib dan menyebarkan agama Nasrani ke daerah-daerah yang dikunjungi.
  5. Adanya jiwa petualangan sehingga menggugah semangat untuk melakukan penjelajahan samudra.
  6. Strategi Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajahan Barat sebelum dan sesudah abad ke-20
  7. Strategi Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajahan Barat sebelum abad ke-20

Sebelum tahun 1908, banyak bangsa lain yang ingin menjajah dan menguasai Indonesia. Banyak yang memeras, menyiksa dan merebut hak-hak rakyat Nusantara. Perjuangan bangsa Indonesia terhadap penjajah hampir dilakukan diseluruh wilayah, terutama di daerah yang menjadi pusat kekuasaan penjajah.

Perjuangan bangsa Indonesia menentang penjajah VOC menggunakan senjata dimulai pada abad ke-17, dimana perlawanan tersebut dilakukan oleh Sultan Agung dari Mataram, Sultan Hasanuddin dari Kerajaan Gowa Sulawesi Selatan, Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Iskandar Muda dari Aceh, Untung Surapati, Trunajaya, dan Ibnu Iskandar dari Minangkabau.

Sedangkan yang berjuang pada abad ke-19 antara lain :

  1. Thomas Matulesy ata Pattimura dari Maluku (1817)
  2. Pangeran Diponegoro, Sentot Prawirodirjo, Kyai Mojo, dan Pangeran Mangkubumi di Jawa (1825-1830)
  3. Tuanku Imam Bonjoldari Minangkabau Sumatera Barat (1822-1837)
  4. Sultan Mahmud Badaruddin II dari Palembang (1817)
  5. Pangeran Antasari dan Pangeran Hidayat dari Kalimantan (1859-1862)
  6. I Gusti Kentut Jelantik dari Bali (1846-1849)
  7. Anak Agung Made dari Lombok (1895)
  8. Teuku Umar, Panglima Polim, Teuku Cik Di Tiro, dan Cut Nyak Dien dari Aceh (1873-1904)
  9. Si Singamangaraja XII dari Batak (1878-1907)

Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/