Asal Usul Pulau Madura dan Raden Ayu Tunjungsekar

Asal Usul Pulau Madura dan Raden Ayu Tunjungsekar

Asal usul nama Madura, berasal dari kisah seorang putri Raja yang bernama Raden Ayu Tunjungsekar, dia dibuang ke hutan yang seram dan jauh dari pemukinam warga, karena hamil tanpa memiliki seorang suami.

Raden Ayu Tunjungsekar menjelaskan tentang bagaimana dia bisa hamil, semua yang mendengarnya tidak percaya, karena alasan sangat tidak masuk akal. Semua orang merasa heran dengan jawaban putri yang hamil karena di datangi bulan purnama.

Ayahnya seorang Raja merasa malu dan tidak Raja mempercayai alasan Putri kesayangannya itu, sang Putri kemudian mempersilakan Patih untuk membunuhnya, tetapi jika alasannya memang benar Putri tidak akan mati terbunuh.

Beberapa kali sang Patih berusaha menikamkan pedang itu ke tubuh Raden Ayu Tunjungsekar, namun apa daya Patih itu tidak bisa melukainya. Raja keheranan begitu juga orang lain yang melihatnya, semua bingung dengan apa yang terjadi.

Kehebatan dan Keajaiban Bayi Sagara
Patih membuatkan rakit untuk Putri yang sedang hamil ini, dan menyuruhnya melarikan diri, ketika sedang berlayar saat bulan purnama muncul, sang Putri melahirkan seorang bayi laki-laki dan diberi nama Raden Sagara, Sagara dalam bahasa Madura artinya laut.

Ketika sampai di darat, bayi yang baru berumur beberapa hari itu, tiba-tiba meloncat dan berlari kesana kemari, Putri heran dengan kehebatan dan keajaiban bayi Sagara, bagaimana tidak, semua orang yang mungkin melihatnya saat itu pasti akan dibuat heran oleh kelakuannya.

Bayi Sagara itupun menemukan sebuah pohon besar bersarang lebah yang tersangkut, seperti ingin memberi izin pada saat bayi, lebah-lebah yang tadinya berkerumun, pada saat itu, menyingkir sehingga bayi Sagara dan Ibunya bisa minum madu sepuasnya.

Raden Ayu Tunjungsekar memberi nama pulau itu dengan nama Madura, berasal dari kata madu ara-ara yang memiliki arti madu yang berada di tanah yang lapang. Sampai sekarang masih dikenal dengan Pulau Madura.

Baca Juga: