89.000 Guru Honorer Tak Ikut Rekrutmen PPPK

89.000 Guru Honorer Tak Ikut Rekrutmen PPPK

89.000 Guru Honorer Tak Ikut Rekrutmen PPPK

89.000 Guru Honorer Tak Ikut Rekrutmen PPPK

Menteri Pendi­dikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy,

menyatakan banyak daerah tidak mengajukan guru honorer saat rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Februari 2019. Dari 159.000 kuota yang disediakan, ternyata hanya 70.000 yang mengajukan rekrutmen. Ia pun berha­rap pemberkasan 70.000 guru honorer PPPK rampung tahun ini. “Alasannya banyak daerah tidak memiliki angga­ran untuk menggaji guru honorer yang berstatus PPPK,” katanya.

Padahal, sambung dia, jika memang daerah tidak memiliki anggaran, maka kemendikbud

bisa membantu dengan menyediakan anggaran dari APBN. Hal ini sudah dibicarakan dengan menteri keuangan. Persoalan guru honorer di Indonesia sangat berat, karena ada 736.000 orang yang harus diperhatikan. Dengan beban keuangan negara saat ini, ia mengatakan bahwa siapa pun presidennya tidak akan bisa menyelesaikan persoalan guru honorer secara cepat.

“Kita lakukan bertahap, karena ne­gara ingin memanusiawikan guru-guru honorer yang sudah belasan tahun mengabdi. Kita mulai dari yang lebih dari 15 tahun (jadi guru honorer, red), kemudian baru di bawah 10 tahun,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Mendikbud menjelaskan, pelaksanaan Ujian Nasio­nal Berbasis Komputer

(UNBK) pada 25-28 Maret tidak ada masalah. Ada langkah antisipasi menambah server, sehingga saat peserta ujian login ber­samaan tidak menemui kendala seperti dialami UNBK tahun lalu. “Selama em­pat tahun UNBK mampu menghilangkan 99 persen kecurangan dan meningkatkan kepercayaan siswa karena hasilnya dia­kui publik maupun lembaga terkait,” katanya. Dalam UNBK, mendikbud me­nyatakan bahwa nilai kejujuran menjadi prioritas. Setelah itu, secara bertahap aspek kualitas UNBK akan dibenahi. Tahun ini, sebanyak 1.524.104 murid SMK mengikuti UNBK

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/ST22VHV