16 Tim Bersaing di Gala Siswa Indonesia 2019

16 Tim Bersaing di Gala Siswa Indonesia 2019

16 Tim Bersaing di Gala Siswa Indonesia 2019

16 Tim Bersaing di Gala Siswa Indonesia 2019

Pertandingan Sepak Bola Gala Siswa Indonesia (GSI) jenjang Sekolah Menengah Pertama

(SMP) tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) tahun 2019 telah resmi dimulai. Dalam kompetisi yang berlangsung selama empat hari, sejak Selasa (20/8) hingga Jumat (23/8) tersebut, ada sebanyak 16 tim dari kabupaten/kota se- Jabar yang ikut bertanding.

Dalam kompetisi yang digelar didua tempat, yakni di lapangan Pusat Pendidikan Jasmani Angkatan Darat (Pusdikjas) AD dan lapangan Pusat Pendidikan Armada Medan (Pusdik Armed) tersebut, dibuka secara langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ajay Muhamad Priatna.

Kasubag Umum Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jabar sekaligus Penanggungjawab GSI, Amas Sutiana mengungkapkan, kompetisi GSI diikuti sebanyak 16 tim perwakilan kabupaten/kota di Jabar.

”Pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi. Dari 16 tim itu

kita bagi menjadi empat full,” ungkapnya, di lapangan Pusdik Armed, Jalan Baros, Kota Cimahi, Selasa (20/8).

Selain mencari pesepak bola yang akan mewakili tim Jabar di GSI nasional, lanjutnya, tujuan utama dari kompetisi adalah menerapkan pendidikan karakter bagi setip peserta didik. Sehingga, sportifitas atau kejujuran, persahabatan dan persatuan bisa ditanamkan sejak dini.

”Yang paling penting itu, sebagai nilai-nilai dari pendidikan dan kompetisi,” ucapnya.

Menurutnya, dari hasil kompetisi ini, akan diambil sebanyak 18 pemain dengan regulasi 60 persen

dari tim juara dan 40 persen dari hasil penilaian tim talent voting sebagai tim pencari bakat.

”Kami menyebar tim talent voting dari PSSI, profesional dan dari akademisi. Mereka bertugas melihat dan menilai pemain yang layak masuk tim GSI Jabar,” ujarnya.

Dia berharap, pelaksanaan GSI tahun ini bisa berjalan lancar dan bisa mendapatkan bibit-bibit pesepak bola yang baik.

”Yang paling penting sekali adalah tercapinya tujuan dari GSI, yaitu meningkatkan kompetensi peserta didik, khususnya dalam pengembangan karakternya. Bagaimana mereka bisa disiplin dan sportif,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna berterimakasih kepada pihak penyelenggara yang telah menjadikan Kota Cimahi sebagai tuan rumah GSI 2019.

”Saya berharap selama di Cimahi, para peserta GSI bisa merasa nyaman dan aman dalam berkompetisi,” ucap Ajay.

Ajay juga berharap, dengan kompetisi ini, selain untuk mencari juara, juga dapat menanamkan jiwa sportifitas, kebersamaan, kesatuan dan persatuan.

”Mudah-mudahan semua itu bisa tertanam pada para pelajar,” bebernya.

Tidak hanya itu dengan kompetisi ini pula diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit pesepakbola potensial yang ke depan bisa mengharumkan nama bangsa, sehingga dunia sepak bola Indonesia bisa bangkit kembali.

”Kalau target pribadi, tentu sebagai tuan rumah kami menargetkan jadi juara,” pungkasnya.(ziz)

 

Baca Juga :